Kostum Agama

Budaya keagamaan Islam mencapai puncak kemeriahannya terutama pada bulan Ramadhan. Televisi berlomba menggelar mubaligh dan presenter.
Berbagai busana muslim-muslimah kita tonjolkan.
Hiasan dan kostum warna warni mewah meriah kita pajang.
Saya sendiri berusaha menyesuaikan diri, sehingga untuk keperluan shooting saya pinjam sarung untuk kemul-kemul.
Untuk siapakah semua itu dipertunjukkan?
Untuk Allah, untuk bulan Ramadhan atau untuk pemirsa?
Kita ber-khusnudhan bahwa kita semua ini sangat mencintai dan menghormati Allah.
Hanya saja – seakan-akan hanya pada bulan Ramadhan saja Allah hadir.
Seolah-olah hanya pada Ramadhan saja kita semua berhadapan dengan Allah.
Dan kalau sesudah selesai acara lantas kita berganti pakaian yang asli – seakan-akan hanya di depan kamera saja kita menghormati Allah.
Saya sangat takut jangan-jangan Allah merasa kita bohongi.

~ by samsira on 6 May 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: