KESUCIAN DAN PROPORSI

Bangunan suatu keadaan suci, didirikan antara lain dengan suku cadang empan papan atau proporsi. Yakni adanya suatu tatanan, kelayakan atau etika mengenai penempatan.

Kalau misalnya ada tinja nempel di sarung shalat kita, itu ketidaksucian dalam konteks ibadah. Tapi tinja adalah rahmat Allah untuk merabuki pakaian. Dan jangan lupa pekerjaan buang air besar adalah anugerah kesehatan.

Pisau ini suci. Ia mubadzir kalau saya diamkan atau sekedar saya pakai untuk hiasan. Tapi ia bermanfaat kalau saya pakai untuk menguliti mangga untuk saya suguhkan kepada Anda. Tapi kalau pisau ini saya pakai untuk menikam perut Anda, maka saya mengotori hakekat sucinya kasih sayang.

Kalau ternyata mangga yang saya kuliti dengan pisau ini adalah mangga curian, maka letak ketidaksuciannya tidak pada mangga atau pisaunya, melainkan pada tindakan pencurian yang saya lakukan.

~ by samsira on 6 May 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: