BERSYUKUR DAN TAKUT

Kalau pada suatu hari ada beberapa rombongan wakil rakyat di daerah tingkat dua yang khilaf sehingga memutuskan saya menjadi Bupati, kecil kemungkinan bahwa saya akan lantas mengucapkan alhamdulillah. Tentu saja saya bersyukur kepada Allah bahwa saya diberi anugerah berupa kepercayaan orang lain atas daya kepemimpinan saya. Jangankan menjadi Bupati, sedang minum segelas air saja saya merasa syukur bukan main. Tetapi menjadi Bupati itu pada pandangan saya bukan terutama kasus kepercayaan orang lain kepada saya, melainkan lebih merupakan amanat Allah dan masyarakat yang memberani pundak kehidupan saya. Jadi lebih tepat kalau saya ucapkan astaghfirullah. Saya takut dan memohon ampun kepada Allah atas segala kemungkinan kelemahan pribadi saya dalam lingkup amanat itu. Atau saya ucapkan subhanallah, maha suci Allah — agar saya menyadari potensi ketidaksucian saya, apalagi di depan tugas-tugas yang penuh godaan kekuasaan, uang, kelaliman, lupa diri, dan lain
sebagainya.

~ by samsira on 6 May 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: