Cemburu Kepada Nabi

Ada orang yang merasa cemburu kepada pada Nabi, misalnya Ibrahim dan Ismail.
“Mereka sih dapat wahyu. Jadi Ismail mau saja disembelih, lha wong itu jelas perintah Tuhan. Lha kita ini cuma punya Wahyu Prasetyo, Wahyu Utomo atau paling jauh Wahyu Sihombing…,” katanya dengan ketus.
Biarlah. Cemburu itu unsur penting dari cinta.
Wahyu itu informasi dari Allah. Juga karamah ntuk para Waliyullah. Juga ilham untuk kita yang awam ini. Apa beda antara ketiganya? Kualitasnya.
Mustahil dong kalau kita tak memperoleh informasi  apa-apa dari Allah. Kesepian banget dong. Kita bisa dapat ilham atau petunjuk. Dan kita bisa siap menerimanya kalau kita pasang akal dan kepekaan batin. Cuma kita sering pura-pura tak tahu bahwa petunjuk Allah begitu jelas. Hobi kita menipu diri, sih.
Apa sebab Jon dilahirkan tak di Siberia?
Apa sebab Jon tak jadi anak Umar bin Khaththab? Apa sebab rambut Jon berombak? Apa sebabhidung Jon ‘sopan’ dan tidak terlalu senang menonjolkan diri? Kenapa Jon tak punya bakat dagang? Alla is the One  who knows it.

Tapi kenapa Jon  tak kebagian tempat duduk di Kereta Senja, itu bukan takdir Tuhan. Kalau ada kaum mustadh’afin, kaum yang dilemahkan, itu karena ada kaum  yang mustadh’ifin, kaum yang melemahkan.
Dalam kehidupan yang campur aduk begini, memang tak gampang membedakan antara kehendak Allah dengan kehendak kaum mustadh’ifin. Kecuali kalau kita rajin ng-iqra’.

~ by samsira on 6 November 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: