Batita Rawan Tercuri Penglihatan

TAK hanya dewasa, si kecil pun bisa mengalami glaukoma. Pada mereka, gangguan saraf mata tersebut bersifat diturunkan dan didapat sejak lahir (konginental). Bayi dan anak usia kurang dari tiga tahun (batita, bawah tiga tahun) kerap mengalami gangguan saraf penglihatan yang menyebabkan luas lapang pandangan menyempit dan bisa berakhir dengan kebutaan itu.

Dijelaskan dr Nurwasis SpM, apa pun jenisnya, glaukoma tetaplah si pencuri penglihatan. Termasuk, glaukoma konginental ini. “Jika dibiarkan, gangguan ini berpotensi mengakibatkan kebutaan bilateral (kedua mata) sebesar 75 persen,” jelas kepala Divisi Glaukoma bagian Ilmu Kesehatan Mata RSU dr Soetomo, Surabaya, itu.
Memang, angka kejadiannya tidak begitu banyak. Setidaknya, hanya ada satu kasus di antara sepuluh ribu kelahiran hidup. Telah disebutkan, gangguan tersebut bersifat menurun. Artinya, jika orang tua pernah mengalami glaukoma, si anak berpotensi glaukoma juga. Hanya, sifat penurunannya autosomal resesif. “Anak tidak selalu mewarisi glaukoma tadi,” jelasnya. Akan tetapi, risikonya bisa meningkat menjadi 1: 2.500 jika terjadi perkawinan sedarah.

Sama halnya dengan glaukoma dewasa, glaukoma konginental juga ditandai dengan adanya peningkatan tekanan intra okuler (TIO). Namun, peningkatannya sedikit berbeda. Meningginya TIO pada dewasa terjadi karena degenerasi saluran pembuangan akuos humor (cairan bola mata). Pada anak, peningkatan TIO terjadi karena perkembangan sudut filtrasi (keluarnya aquos humor dari bola mata) yang abnormal. “Sudut filtarsi mereka berhenti bertumbuh. Akibatnya, cairan bola mata menumpuk dan tekanan mata meninggi,” lanjut Nurwasis.

Gangguan itu ditandai beberapa hal. Misalnya, mata berair terus-menerus (epifora). Organ pengelihatan mereka juga sensitif terhadap cahaya (fotofobia). Selanjutnya, anak enggan membuka mata (blepharospasme). Repotnya, lanjut Nurwasis, epifora kerap disalahtafsirkan sebagai buntunya saluran air mata dan konjungtivitis (mata merah). “Makanya, sering gejala ini dianggap remeh,” komentarnya.

Selain rentetan gangguan tersebut, gejala khas dari glaukoma konginental adalah buftalmus. Yakni, bola mata membesar yang disertai peningkatan diameter kornea. Kondisi tersebut dapat terjadi bila terdapat peningkatan tekanan intra okuler (TIO) sebelum usia tiga tahun.

Supaya tidak jadi fatal, mengetahui tanda dini dan penanganan yang tepat sangat penting untuk perkembangan fungsi pengelihatan. Diagnosis dini bisa ditegakkan dengan menggunakan lampu senter dan slitlamp biomicroscopy. Pemeriksaan tersebut bisa mengetahui adanya gejala seperti buftalmus dan pembesaran yang disertai kekeruhan kornea, penurunan tajam pengelihatan anak pada suatu objek.

Kewaspadaan terhadap glaukoma kongenital tetap perlu diperhatikan. Peningkatan TIO pada anak-anak kurang dari tiga tahun akan terjadi buftalmus. Sebab, dinding bola mata masih elastis, peregangan pada kornea menyebabkan diameternya membesar (megalokornea) dengan ukuran lebih dari 12,5 mm. Selain itu, terjadi kerusakan kornea (membran descemet) sehingga terlihat garis-garis horizontal sampai tampak kornea suram (keruh).

Apabila TIO tidak dapat dikontrol dengan baik, akan terjadi kerusakan pupil saraf optik (glaukomatik optik neuropati). Glaukoma konginental sejauh ini masih merupakan tantangan di kalangan dokter spesialis mata. Sebab, kelainan tersebut bersifat kronis dengan usia harapan hidup pada bayi dan anak yang masih panjang. “Penggunaan obat-obatan jangka panjang jarang efektif untuk menurunkan TIO,” katanya. Obat-obatan itu berperan penting dalam persiapan operasi. Sebab, tindakan operatif merupakan modalitas terapi utama pada penyakit tersebut. (ign/nda)

sumber : http://www.jawapos.com/index.php?act=detail_c&id=327143

~ by samsira on 21 February 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: