AS Dukung Soeharto Langgar HAM

WASHINGTON – Bersamaan dengan meninggalnya Presiden Kedua Republik Indonesia Soeharto terungkap fakta sejarah keterkaitannya dengan Amerika Serikat. Sebuah lembaga nonpemerintah AS membeber dukungan negeri adidaya itu kepada Soeharto.

Salah satu yang terungkap adalah dukungan AS kepada Soeharto untuk mengabaikan demokrasi dan HAM (hak asasi manusia). “Di antara puluhan ribu halaman dokumen tentang hubungan AS dengan Indonesia, tidak terdapat satu pun fakta bahwa presiden (AS, Red) memanfaatkan pengaruhnya kepada rezim Soeharto agar menghormati HAM atau demokratisasi,” kata Brad Simpson dari Arsip Keamanan Nasional AS.

 Lembaga nonpemerintah yang bermarkas di Universitas George Washington itu menerbitkan dokumen yang sebelumnya masuk kategori rahasia tersebut. Berdasar undang-undang kebebasan informasi, rahasia itu pun dipublikasikan.

Simpson yang memimpin proyek arsip AS tentang Indonesia dan Timor Timur itu mengatakan bahwa satu-satunya intervensi Washington dalam kebijakan Indonesia terjadi pada 1998, saat Indonesia diterpa krisis ekonomi. Kala itu, Presiden AS Bill Clinton belasan kali menelepon Soeharto agar menerapkan secara ketat program penyesuaian yang diminta IMF.

Tanpa banyak bertanya, Soeharto pun menuruti. “Menurut saya, ini jenis tekanan yang bisa dilakukan AS ketika melihat persoalan itu sebagai kepentingannya, namun ini dilakukan atas nama lembaga keuangan internasional, bukan lembaga HAM atau gerakan prodemokrasi Indonesia,” kata Simpson.

Arsip yang dibukukan tersebut juga memuat transkrip pertemuan Soeharto dengan Presiden Richard Nixon, Gerald Ford, dan Ronald Reagan, serta Menteri Luar negeri Henry Kissinger. Di dalamnya tergambar persepsi AS tentang masa-masa awal kepemimpinan Soeharto, termasuk tentang perebutan Papua Barat 1969, pendudukan Timor Timur 1975, dan era pembunuhan misterius 1983-1984.

AS menjadi sekutu setia Soeharto selama berkuasa. Negara itu pun berperan dalam menggelontor bantuan uang, senjata, serta dukungan diplomatik sebagai imbalan upaya Soeharto menumpas kaum komunis.

Kunjungan pertama Soeharto ke AS terjadi Mei 1970, saat terjadi korupsi besar-besaran dan pemberangusan sejumlah partai politik. Dalam pertemuan di Gedung Putih itu, Nixon malah memuji Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar di dunia. “Tidak ada isu antara AS dan Indonesia. Hubungan kami sangat baik,” tulis Kissinger kepada Nixon.

Dalam pertemuan di tempat yang sama lima tahun kemudian dengan Presiden Ford, Soeharto minta pendapat tentang dekolonisasi Portugal di Timor Timur dan menegaskan bahwa satu-satunya cara adalah mengintegrasikan wilayah itu dengan Indonesia. Menurut dokumen tersebut, Ford tidak merespons.

Pengabaian soal isu-isu pelanggaran HAM di Indonesia oleh pemerintah AS juga terjadi saat Soeharto bertemu Reagan pada Oktober 1982. Isu HAM sama sekali tidak disinggung dalam pertemuan itu.

Bahkan, ketika isu Timor Timur dan pembunuhan misterius mengemuka, wakil presiden George H. Bush bertemu Soeharto di Jakarta. Namun, yang dibicarakan justru hubungan AS dengan Uni Soviet dan Tiongkok. Padahal, saat itu, ada dokumen Kedubes AS di Jakarta yang memuat temuan bahwa sekitar 4.000 orang dieksekusi tanpa pengadilan di Indonesia. (AFP/zul/ruk)
sumber : http://www.jawapos.com/index.php?act=detail_c&id=323853
 

~ by samsira on 31 January 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: