Kopassus Jaga Makam 7 Hari

Keluarga Pak Harto Berlalu, Giribangun Hujan Deras

KARANGANYAR – Pak Harto, jenderal besar, sudah tidur panjang di tempat peristirahatan terakhirnya. Prosesi pemakamannya dilakukan dengan upacara militer level tertinggi. Bahkan, prosesi pemakaman paling agung dan paling terhormat yang pernah ada di negeri ini.

Upacara dipimpin langsung oleh Presiden SBY. Petugas perwira tinggi yang memegang bendera merah putih penutup proses pemakaman, dilakukan langsung oleh Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, Kapolri Jenderal Pol Sutanto, KSAL Laksaman Sumardjono, dan KSAU Marsekal Madya Subadrio.
Dibanding pemakaman mantan Presiden Soekarno, jelas upacara negara yang diberikan kepada Pak Harto lebih besar. Pemimpin upacara pemakaman Bung Karno di Blitar hanya level menteri, yakni Jenderal Maraden Panggabean yang saat itu menjabat menteri pertahanan dan keamanan.

Pak Harto dimakamkan tepat di sebelah ’rumah’ peristirahatan terakhir istrinya, Ny Tien Soeharto, yang mendahului 12 tahun lalu. Penguasa Orde Baru itu mulai masuk liang lahat pukul 12.15 diiringi tembakan salvo. Prosesi tersebut molor dari wasiat almarhum yang menginginkan masuk liang lahat sebelum pukul 11.00.

Molornya pemakaman itu disebabkan sepanjang jalan iring-iringan disambut masyarakat. Beberapa warga terlihat sawur (melempar) bunga dan uang logam yang merupakan tradisi Jawa untuk melepas jenazah ke liang lahat.

Upacara pemakaman di Astana Giribangun dihadiri hampir seluruh pejabat. Tak hanya SBY yang menjadi inpektur, Wapres Jusuf Kalla juga hadir. Sejumlah mantan pejabat di era Orde Baru yang kini sudah sepuh seperti Bustanul Arifin, Ali Alatas, dan Emil Salim harus bersusah payah dibantu ajudan demi menyaksikan pemakaman bekas atasannya itu. Sejumlah sahabat dari luar negeri, seperti mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad dan PM Timor Leste Xanana Gusmao juga hadir.

“Bapak… Selamat jalan Bapak, doa kami menyertaimu,” ujar Tutut (Siti Hardiyanti) sembari terisak-isak saat memberi sambutan atas nama keluarga. Adik-adiknya terdiam. Mamiek (Siti Hutami Adiningsih) berkali-kali mengusap air mata. Tommy tertunduk dan terpejam. Sebagian besar pelayat wanita yang memenuhi cungkup menangis.

Putri sulung Pak Harto itu meminta agar rakyat Indonesia memaafkan kesalahan ayahnya. Dia juga mengucapkan terima kasih terhadap perhatian publik dan pemerintah.

Namun, dalam sambutan itu, Tutut tak mengucapkan kelaziman harapan keluarga yang kehilangan orang terdekatnya. Yakni, permintaan kepada masyarakat luas yang mempunyai hubungan piutang dengan almarhum agar diselesaikan dengan keluarga.

SBY yang berbicara sebelumnya menyebut Soeharto sebagai bapak pembangunan. “Kita telah kehilangan salah seorang putra terbaik bangsa. Seorang pejuang setia, prajurit sejati, dan seorang negarawan terhormat,” ujar SBY. Raut mukanya saat menyampaikan amanat terlihat sangat kehilangan. Mata presiden tampak berkaca-kaca dan suaranya bergetar.

Rangkaian prosesi pemakaman ditutup dengan doa. Jawa Pos yang berdiri di samping tim dokter kepresidenan (tiga meter di sebelah kiri presiden) melihat para dokter menitikkan air mata. Dokter Mardjo Soebiandono dan dr Djoko Rahardjo yang berjas hitam dan mengenakan pin kuning dokter kepresidenan mengangkat dua tangan mengamini.

Rombongan perwira tinggi TNI yang berada satu meter di belakang presiden juga tampak khusyuk. Sekjen Departemen Pertahanan Letjen Sjafrie Sjamsoeddin tertunduk dan terpejam. Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Marsekal Muda Sagom Tamboen menangkupkan dua telapak tangannya.

Usai doa, SBY mengawali memberi ucapan belasungkawa. Aktivitas itu diikuti Kalla, panglima TNI, para kepala staf, dan para menteri. Setelah itu, SBY meninggalkan lokasi.

Keluarga memberi kesempatan kepada kerabat dan kenalan untuk masuk area cungkup makam. Makam Soeharto dikelilingi pintu gebyok setinggi tiga meter dan dijaga ketat prajurit Kopassus. Keluarga inti memakai pin kuning emas di dada kanan. Hampir semua mengenakan baju dengan motif hitam-hitam. Saat menerima ucapan, ekspresi anak-anak Soeharto bermacam-macam.

Para pelayat yang tidak dikenal keluarga diperkenankan masuk secara bergiliran selama empat puluh menit. Macam-macam yang dilakukan warga di depan pusara Soeharto. Ada yang berfoto dengan kamera handphone. Ada yang bersimpuh dan mengambil posisi sungkem (menyembah). Kaum ibu rata-rata berebut bunga melati dan mawar yang mengharumkan ruangan. Jawa Pos menyaksikan seorang ibu mengambil satu keranjang bunga dan memasukkan ke tas jinjing besar yang dibawanya.

Suasana sempat tidak tertib karena mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad hendak masuk. Mahathir memang datang setelah jasad Soeharto dikebumikan (sekitar pukul 13.10). Masyarakat yang sedang antre terpaksa mengalah.

Mahathir sempat memeluk Bambang. Di depan pusara sahabatnya, Mahathir terpejam dan berdoa. Lalu Mahathir menunggu dengan duduk di luar cungkup sekitar 15 menit. “Kehilangan yang besar sekali,” komentarnya saat ditanya Jawa Pos. Dua tamtama Kopassus dengan sigap mengamankan Mahathir dan mengantarkannya turun.

Tommy Soeharto pulang lebih dulu. Menggandeng putranya, Tommy yang keluar lewat pintu timur cungkup sempat masuk lagi lewat pintu barat. Alasannya, sepatunya dilepas di sisi barat. “Terima kasih, terima kasih,” katanya ketika disalami para pelayat yang mengucapkan belasungkawa.

Saat ditanya Jawa Pos, Tommy hanya menoleh dan tidak menjawab. Dengan isyarat Tommy menunjuk ke dalam cungkup, lalu meninggalkan lokasi dengan dikawal prajurit Kopassus.

Pukul 14.05 seluruh keluarga Cendana bersiap meninggalkan cungkup. Mbak Tutut berada di posisi terdepan, disusul putra-putri yang lain. Mereka dipagar betis oleh prajurit Kopassus. Artis Donny Kesuma yang berbaju koko warna biru dan berpeci berinisiatif membuka jalan. “Tolong buka jalan, tolong Bu,” katanya.

Acara yang dihadiri ribuan pelayat itu secara resmi berakhir pukul 13.50. Tapi, kerabat dan putra-putrinya baru meninggalkan lokasi pukul 14.10. Lima menit setelah mobil keluarga meninggalkan Giribangun, hujan turun sangat deras.

Tadi malam sebagian putri-putri Soeharto bermalam dan menggelar tahlilan di Dalem Kalitan. Sedangkan Tommy dan cucu Soeharto Ari Sigit langsung pulang ke Cendana. Kerabat dan tim rumah tangga Cendana sebagian menginap di Hotel Lor Inn Solo. “Saya ke Jakarta, putra-putra juga akan menyusul ke sana,” kata Ari.

Secara terpisah, Komandan Jenderal Kopassus Mayjen Soenarko mengatakan, prajuritnya masih akan bersiaga di Giribangun. “Nanti berkoordinasi dengan Korem setempat,” ujarnya.

Informasi dari seorang prajurit Kopassus yang enggan disebut identitasnya, korps elite Angkatan Darat itu diperintahkan berjaga 24 jam hingga tujuh hari mendatang.

Dari pengamatan Jawa Pos selama prosesi berlangsung, peran Kopassus sangat dominan. Mulai screening tamu, pengamanan ring satu dalam cungkup, hingga pengawalan keluarga Cendana.

Apakah Soeharto diistimewakan? Soenarko menjawab diplomatis. “Kopassus menjalankan perintah pimpinan sesempurna mungkin. Kami ini prajurit, pantang menolak perintah,” tegasnya. (rdl/noe/radarsolo/tof)

SUMBER : http://www.jawapos.com/index.php?act=detail_c&id=323673

~ by samsira on 29 January 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: