Mayangsari DAN Anak ke Cendana

JAKARTA – Suasana duka atas kepergian Pak Harto juga terasa di kediaman penyanyi Mayangsari. Wanita yang dikabarkan sebagai istri siri Bambang Trihatmodjo, anak ketiga Pak Harto, itu mengadakan tahlilan untuk mendoakan almarhum Pak Harto. Dia mengundang warga di sekitar rumahnya di Simprug Golf 15 No 36, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (27/1) malam.

Satu rombongan yang terdiri atas 30 orang bapak-bapak berbaju muslim memasuki rumah Mayang sesaat sebelum acara tahlilan dimulai sekitar pukul 20.00 WIB. Acara doa bersama itu berlangsung tertutup, selain undangan tidak diperbolehkan masuk. Gerbang utama rumah bercat putih tersebut dijaga enam petugas keamanan bersafari. Pintu pagar dibuka sesekali hanya saat ada undangan yang keluar atau masuk.

Dari luar pagar, tidak terlihat ruang tempat tahlilan itu dilangsungkan. Yang jelas, para pewarta sama sekali tidak bisa mendengar suara pengajian yang tengah berlangsung di dalam rumah.
Ketika tahlilan berlangsung, pukul 20.50, pagar dibuka lebar-lebar. Di depan garasi rumah itu, mobil Toyota Alphard silver berpelat B 2330 MK -yang biasa digunakan Mayang- bergerak keluar. Kaca mobil tersebut sangat gelap. Karena itu, tidak dapat dipastikan, apakah Mayang berada di dalamnya atau tidak. Sekitar 20 menit kemudian, pagar kembali dibuka. Kali ini, bapak-bapak pengajian keluar dari rumah Mayang.

Menurut Khairudin, ketua RT 09/08 kompleks Simprug Golf yang ikut dalam tahlilan tersebut, bapak-bapak yang terdiri atas penduduk sekitar rumah Mayang itu diundang si empunya rumah melalui salah seorang suruhan Mayang. “Kami di sini mendoakan almarhum Pak Harto. Rencananya, tahlilan ini dilakukan selama tujuh hari,” ujarnya. Khairudin mengaku selama pengajian berjalan, Mayang tidak tampak. “Hanya ada dua orang keluarga Ibu Mayang. Tapi, saya nggak tahu namanya,” paparnya.

Tahlilan yang diadakan Mayang untuk sang mertua itu terbilang cukup mengejutkan. Sebab, selama 24 hari Pak Harto dirawat di RS Pusat Pertamina (RSPP), dia tidak tampak. Selama itu pula, wartawan yang mencoba mencari Mayang seperti kehilangan jejak. Rumah Mayang, baik yang di Simprug maupun di Jl Tasikmalaya, Menteng, Jakarta Pusat, yang kerap disatroni wartawan selalu sepi.

Saat berita ini diturunkan, Mayangsari terlihat bersama Bambang berdoa bersama di Jalan Cendana, rumah tempat jenazah Pak Harto disemayamkan. Dari tayangan TVRI terlihat, Mayangsari dengan kerudung dan busana muslim serba hitam terlihat duduk bersimpuh di belakang Bambang yang juga bersimpuh sambil memangku anak mereka, Khiran.

Belum diketahui, apakah saat mereka berdoa bersama, mantan istri Bambang, Halimah, dan putra-putrinya juga berada di Cendana. Belum jelas apakah nanti Mayang ikut menghadiri pemakaman di Solo. (rie/kim)

sumber : http://www.jawapos.com/index.php?act=detail_c&id=323590

~ by samsira on 28 January 2008.

One Response to “Mayangsari DAN Anak ke Cendana”

  1. mau ngemis ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: