Puisi Selokan

Kalau dulu orang-orang tampak seperti ketakutan
kepada para penguasa, sebenarnya, terus terang
itu adalah kerendahan hati
Maka mereka sangat enteng kaki
gampang dikumpulkan, kemudian diajak sowan
Mereka paham makna tawadlu dan pantang takabur
Hanya kepada para bawahan mereka suka memerintah
Membentak, tau menginjak-injak
Adapun kini yang mereka takutkan
adalah terancamnya nasib penguasa
Kalau ada angin semilir menggerakkan
dua helai rambut sang penguasa
orang-orang itu menuduh
bahwa si angin bermaksud menjatuhkannya
Kalau ada tikus lewat di selokan dekat istana
atau burung terbang di atas gentingnya
Orang-orang meyakini itu adalah ancaman
terhadap langgengnya kekuasaan
Kalau terdengar lantunan ayat tentang kemusyrikan
atau hadist tentang kemunafikan
Orang-orang menjadi berang
dan memaknainya sebagai rongrongan.

~ by samsira on 8 January 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: