Menyorong Rembulan

Gerhana rembulan hampir total… malam gelap gulita, matahari berada pada satu garis dengn bumi dan rembulan, cahaya matahari yang memancar ke rembulan tidak sampai ke permukaan rembulan karena ditutupi oleh bumi, sehingga rembulan tidak bisa memantulkan cahaya matahari ke permukaan bumi, matahari adalah lambang Tuhan, cahaya matahari adalah rahmat nilai kepada bumi yang semestinya dipantulkan oleh rembulan, rembulan adalah para kekasih Allah para rasul para nabi para ulama para cerdik cendekia para pujangga dan siapapun saja yang memantulkan cahaya matahari atau nilai-nilai Allah untuk mendayagunakannya di bumi. Karena bumi menutupi cahaya matahari maka malam gelap gulita, dan di dalam kegelapan…

 segala yang buruk terjadi orang tidak bisa menatap wajah orang lainnya secara jelas, orang menyangka kepala adalah kaki, orang menyangka utara adalah selatan, orang bertabrakan satu sama lain, orang tidak sengaja menjegal satu sama lain atau bahkan sengaja saling menjegal satu sama lain. Di dalam kegelapan orang tidak punya pedoman yang jelas untuk melangkah, akan kemana melangkah dan bagaimana melangkah.Ilir ilir… kita memang sudah nglilir, kita sudah bangun sudah bangkit bahkan kaki kita sudah berlari kesana kemari namun akal kita belum hati nurani kita belum. Kita masih merupakan anak-anak dari orde yang kita kutuk di mulut namun ajaran-ajarannya kita biarkan tumbuh subur di dalam aliran darah dan jiwa kita, kita mengutuk perampok dengan cara mengincarnuya untuk kita rampok balik, kita mencerca maling dengan penuh kedengkian kenapa  bukan kita yang maling, kita mencaci penguasa lalim dngan berjuang keras untuk bias menggantikannya, kita membenci para pembuat dosa besar dengan cara setan yakni melarangnya untuk insaf dan bertobat, kita memperjuangkan gerakan anti penggusuran dengan cara menggusur, kita menolak pemusnahan dengan merancang pemusnahan-pemusnahan, kita menghujat para penindas dengan riang gembira sebagaimana iblis yakni kita halangi usahanya untuk memperbaiki diri, siapakah selain setan iblis dan dajjal yang menolak khusnul khotimah manusia yang memblokade pintu sorga yang menyorong mereka mendekat ke pintu neraka. Sesudah ditindas kita menyiapkan diri untuk menindas, sesudah diperbudak kita siaga untuk ganti memperbudak sesudah dihancurkan kita susun barisan untuk menghancurkan. Yang kita bangkitkan bukan pembaharuan kebersamaan melainkan asiknya perpecahan, yangkita bngun bukan nikmatnya kemesraan tapi menggelegaknya kecurigaan, yang kita rintis bukan cinta dan ketulusan melainkan prasangka dan fitnah yang perbarui bukan penyembuhan luka tapi rencana-rencana panjang untuk menyelenggarakan perang saudara. yang kita kembang suburkan adalah kebiasaan memakan bangkai saudara-saudara kita sendiri. Kita… tidak memperluas cakrawala dengan menabur cinta melainkan mempersempit dunia kita sendiri dengan lubang-lubang kebencian dan iri hati. Pilihanku dan pilihanmu adalah… apakah kita akan menjadi bumi yang mempergelap cahaya matahari sehingga bumi kita sendiri tidak akan mendapatkan cahayanya atau kita berfungsi menjadi rembulan, kita sorong diri kita bergeser ke alam yang lebih tepat agar bisa kita dapatkan sinar matahari dan kita pantulkan nilai-nilai tuhan itu kembali… ke bumi

~ by samsira on 28 December 2007.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: