Shalawat: Membikin Akal basah oleh hati dan hati tegak oleh akal

Untuk menjelaskan kalimat diatas kita memakai acuan salah satu ayat suci Al Quran yang sudah sangat terkenal yakni La Yamassuhu Illal Muthohharun. Ayat ini lazimnya ditafsirkan secara fisik bahwa kalau kita sedang batal alias dalam kondisi tak berwudhu maka tidak diperbolehkan untuk menyentuhnya. Itu benar sekali, terutama dari segi fikih.
Tetapi mari kita luaskan makna dan tafsir dari ayat tersebut misalnya dengan memahaminya begini: Kita tidak akan bisa bersentuhan dengan makna, hikmah, rizki, barokah dan segala macam kandungan Al Quran jika kita tidak mengusahakan diri kita untuk terlebih dahulu muthohhar atau tersucikan.
Tersucikan itu bahasa lainnya adalah tercerahkan. Dan soal cerah mencerahkan ini Allah sudah sejak dulu menawari manusia untuk bisa mencerahkan diri. Tercerahkan di bidang apa? Maka kita akan melihat secara sederhana struktur jiwa manusia. Dalam jiwa manusia ada tiga sisi atau unsur terpenting yakni akal, spiritual dan mental.
Oleh karena itu bisa dikatakan bahwa ketercerahan itu meliputi tiga sisi tersebut. Jadi tercerahkan secara akal atau muthahhar aqliyah, tercerahkan secara spiritual atau muthahhar rukhiyyah dan tercerahjkan secara mental atau muthahhar nafsiyyah. Ketiganya akan memproduk ketercerahan akhlak atau muthahhar akhlaqiyyah.
Umumnya orang hanya memiliki sebagian saja dari ketercerahan tersebut. Ada yang tercerahkan secara aqliyah tetapi tumpul secara spiritual dan mental. Ada yang tercerahkan secara spiritual (mletik atinya), tetapi gagap secara intelektual alais sempit wawasannya serta tidak kokoh mentalnya. Juga tak ketinggalan ada yang tercerahkan secara mental tapi buta secara intelektual dan spiritual.
Demikianlah kalau kita tidak mengupayakan diri agar jangkep ketercerahannya maka kita akan tidak bisa bersentuhan dengan Al Quran, paling-paling hanya sebagian saja dari Al Quran. Nah, bershalawat adalah salah satu jalan untuk mengutuhkan ketercerahan itu, agar kaffah. Agar tak cuma Sesisi saja. Shalawat membikin akal basah oleh hati dan hati tegak oleh akal

~ by samsira on 30 November 2007.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: