Rasulullah Hadir itu bukan hayal

Ketika kita bershalawat kepada Rasulullah maka pada majelis itu Rasulullah hadir. Dan barangsiapa yang berada di suatu tempat di mana Rasulullah hadir maka keseluruhan ruang tersebut bebas dari adzab.

 Orang barangkali tidak mempercayai kalau Rasulullah itu hadir dengan menganggap bahwa beliau sudah wafat. Benar bahwa beliau sudah wafat. Jasad atau badan-nya sudah pulang menyatu kembali dengan hakikatnya yakni tanah. Akan tetapi ruh atau ruhani Rasulullah tetap hidup dan hadir.
Kita tidak bisa memandang Rasulullah dengan kaca mata materialisme bahwa segala sesuatu harus bisa dilihat dengan mata wadag ini, bahwa semuanya harus bisa dipancaindrai dan bahwa kalau segalanya tak bisa dipancraindrai maka sesuatu itu tak ada alias tak maujud, melainkan harus dengan kaca mata ruhaniah. Dengan demikian ketika kita mendengar kalimat bahwa Rasulullah hadir kita tidak lagi menganggapnya sebagai sesuatu yang hayal atau lain sebagainya.

~ by samsira on 30 November 2007.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: