Persimpangan Jalan yang Rumit dan Jalan Keluar Tawaran Allah

“Dan Aku sungguh Maha Pengampun bagi mereka yang bertaubat dan beriman dan beramal soleh serta senantiasa mengikuti petunjuk” (Thoha ayat 82).

Adakalanya perjalanan anak manusia sampai di persimpangan jalan yang rumit atau diujung jalan buntu di lorong gelap dan berbahaya. Bisa juga perjalanan dilalui dengan penuh noda, dosa, sehingga kehilangan kepercayaan diri dan daya upaya untuk memperbaiki atau introspeksi.
Saat itu pilihan ke mana, bagaimana dan apa, menjadi serba membingungkan dan menakutkan. Dalam situasi itu manusia bisa berubah menjadi seperti makhluk yang tidak berakal. Bodoh dan tidak tahu apa yang mesti diperbuat, bingung, kalap, mengamuk, mengumbar hawa nafsu, duduk-duduk suntuk, masa bodoh atau bunuh diri, adalah pilihan-pilihan sikapnya.

Allah selalu memberikan mahraj (jalan keluar) terbaik. Ada saja tawaran, bahkan terhadap seorang Fir’aun sekalipun. KataNya kepada Musa : “Pergilah engkau menemui Fir’aun yang telah melampaui batas itu ” dan tanyakanlah padanyaapakah kau mau menyucikan diri?, niscaya kupimpin engkau menuju tuhanMu…” (Annaazi’at ayat 17,18,19 ). Yaitu kembali padaNya. Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’un. Merubah atau meluruskan arah menuju kepadaNya. Untuk itu diperlukan pengakuan, kesadaran akan kondisi obyektif diri dan sekitarnya serta keyakinan atas pilihan jalan

~ by samsira on 30 November 2007.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: