Krisis Yang Lebih Mendasar

Kita memperingatkan diri sendiri dan semua saudara sesama hamba Allah, baik yang sedang berkuasa maupun yang sedang dikuasai, bahwa krisis ekonomi yang menimpa bangsa Indonesia dewasa ini merupakan salah satu hasil dari krisis-krisis lain yang lebih mendasar, lebih akut atau seperti penyakit menahun, bahkan sudah hampir menjadi peradaban, bukan hanya kebudayaan.

Krisis itu adalah krisis akhlak (tidak sayang, melainkan jahat kepada sesama manusia, kepada alam dan Tuhan), krisis mental (kerdil, penakut, pengecut, picisan), yang mewujudkan dirinya dalam krisis budaya, kemudian menterjemahkan dirinya secara formal di dalam krisis demokrasi dalam politik, krisis kejujuran dalam perilaku nasional. Itu semua sering kita kenal sehari-hari melalui istilah feodalisme, nepotisme, kolusi, monopoli, subyektivisme dan otoritarianisme, termasuk pembokongan terhadap hukum.
Krisis ekonomi hanya bisa diatasi secara nyata jika krisis-krisis lain yang lebih mendasar itu kita antisipasi juga.
Pada saat yang sama kita perlu saling mengingatkan bahwa krisis ekonomi bukan satu-satunya yang sedang menjadi penyakit akut bangsa kita. Krisis-krisis lain yang kita sebutkan di atas, krisis akal sehat, disorientasi nilai moral, rusaknya mental dan jiwa masyarakat oleh serbuan arus pendangkalan kebudayaan yang diselenggarakan oleh berbagai industri media, dan lain sebagainya, tetap merupakan pekerjaan rumah semua kita dan masing-masing kita.

~ by samsira on 30 November 2007.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: