Kejernihan Memandang Diri Sendiri

Itu berarti kita telah berlaku wajar dan rasional. Ramadlan dua tahun yang lalu kita lewati tanpa rasa insyaf yang memadai atas kesalahan-kesalahan kolektif kebangsaan kita, dan kemudian berbagai bencana alam melanda negeri kita. Ramadlan berikutnya secara keseluruhan tidak juga kita lalui dengan sikap tawadlu’ kepada Allah serta tidak dengan menumbuhkan kekentalan persaudaraan, penyatuan visi dan penomersatuan kepentingan bangsa, melainkan dengan supremasi egoisme individu dan kelompok-kelompok, dan kemudian berlangsunglah berbagai bencana sejarah yang berupa kekacauan dan kerusuhan yang meminta korban tak terkirakan.

 Jika sesudah Ramadlan 1419 H ini situasi negeri kita aman dan berkembang baik ke depan, insyaallah berarti telah kita pergunakan bulan Ramadlan ini dengan sikap batin dan perilaku kebudayaan sebagaimana yang Allah senantiasa menganjurkannya: mengingat Allah sehingga tidak kehilangan kesanggupan untuk melihat diri sendiri, dan dengan demikian menjadi jernih pula pandangan kita terhadap segala hal yang harus kita perbaiki di tengah komplikasi permalasahan bangsa kita yang sangat lama menderita ini.

~ by samsira on 30 November 2007.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: