Kalau Rakyat Kecil Bergerak

Rakyat tidak bisa menunggu. Kekasih tak bisa menanti. Kita orang-orang kecil, wong cilik, para hamba Allah yang papa, tidak bisa menunggu itu semua. Sejak bangun pagi hari ini dan setiap hari, kita sudah harus langsung menjalankan amanat Allah untuk memelihara nyawa, kehidupan, keluarga, serta memperjuangkan kebenaran dan kebaikan sejauh kemampuan kita. La yukallifullahu nafsan illa wus’aha.

Akan tetapi kalau rakyat kecil bergerak, kalau wong cilik bersatu dan menggelombangkan sejarah, kalau jutaan hamba Allah yang papa mengepung kekuasaan dan menyandera penguasa saat ini — yang akan memusuhi atau setidaknya menolak gerakan rakyat kecil itu bukan hanya penguasa, pemerintah dan militer, tetapi bisa juga sebagian kecil atau sebagian besar sahabat-sahabat wong cilik sendiri, yakni kalangan kaum cerdik pandai dan komponen-komponen strata menengah dalam sejarah bangsa kita.

Kalau kita rakyat kecil bergerak — dan itu adalah demokrasi wantah, kedaulatan konkret — penguasa akan melotot, menghardik dan menuding sebagai perusuh, makar dan subversif. Sementara kalangan cerdik pandai akan menyimpulkan rakyat kecil yang bergerak itu sebagai kaum yang kurang berpendidikan sehingga mengandalkan kekuatan massa.

Sebab gerakan rakyat kecil selalu diidentikkan dengan revolusi yang kejam. Gerakan rakyat kecil selalu disama dan sebangunkan dengan people power yang brutal.

Padahal gerakan rakyat bisa memformulasikan diri secara bil-hikmah wal mau’idhotil hasanah wa jadilhum billatii hiya ahsan, bisa merupakan gerakan damai dan santun, yang tidak mengandalkan slogan dan yel-yel — melainkan mengedepankan konsentrasi atau kekhusyukan kekuatan moral dan amanat ilahiyah melalui wirid, dzikir dan shalawat — dan cukup sebagian di antara mereka yang melakukan negosiasi verbal dengan kekuasaan.

Kesimpulannya, bangsa Indonesia belum memiliki kesiapan yang matang untuk melakukan perubahan yang makro dan mendasar. Komponen-komponen dan pihak-pihak yang berkewajiban melakukan perubahan masih belum bisa menyatukan visi dan strategi. Kita semua masih terlalu berbeda, masih selalu bertengkar dan saling fitnah satu sama lain. Sehingga perubahan makro yang bisa dilakukan hanya perubahan yang akan melahirkan konflik-konflik baru yang lebih besar, yang justru terjadi di kalangan kaum perubah sendiri.

~ by samsira on 30 November 2007.

One Response to “Kalau Rakyat Kecil Bergerak”

  1. Dalam teori matematik Integral merupakan jawaban yang akurat.
    Jadi gerakan rakyat adalah sungguh…sungguh… KUAT.
    Salam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: